Pelantikan dan Rapat Pokja Gereja Inklusi GKPS Hosianna

Pelantikan dan Rapat Pokja Gereja Inklusi GKPS Hosianna

Pematangsiantar, 26 Juli 2026 – Sebuah langkah bersejarah dimulai dari GKPS Hosianna. Dalam rangkaian Ibadah Minggu, gereja secara resmi melantik Pokja Gereja Inklusi sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan gereja yang menerima, melibatkan, dan melayani setiap orang tanpa terkecuali.

Pelantikan ini bukan sekadar pengukuhan sebuah kelompok kerja, tetapi menjadi penegasan bahwa gereja dipanggil untuk menjadi rumah bagi semua. Setiap jemaat, termasuk teman-teman penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama untuk beribadah, melayani, bertumbuh, dan mengambil bagian secara aktif dalam kehidupan bergereja.

Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan dan rapat bersama Pokja Gereja Inklusi serta Majelis Jemaat GKPS Hosianna. Pembekalan dibuka oleh Majelis Jemaat GKPS Hosianna, kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Donna Saragih dan Pdt. Edi Jasin Saragih. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami makna Gereja Inklusi, mengenal tugas dan tanggung jawab setiap formasi Pokja yang telah ditetapkan, serta menyusun berbagai program yang akan diwujudkan untuk menciptakan pelayanan yang semakin ramah dan mudah diakses oleh semua kalangan.

Suasana pembekalan berlangsung hangat dan penuh semangat. Diskusi, evaluasi, dan sesi tanya jawab menunjukkan antusiasme yang tinggi dari peserta dan Majelis Jemaat. Berbagai gagasan dan harapan disampaikan sebagai bekal untuk membangun pelayanan yang tidak hanya berbicara tentang penerimaan, tetapi juga menghadirkan kesempatan yang setara bagi setiap orang untuk berpartisipasi.

GKPS Hosianna juga mempersiapkan diri untuk menjadi Gereja Inklusi pertama di Kota Pematangsiantar. Langkah ini diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih luas, mengajak gereja-gereja lain untuk semakin sadar bahwa keberadaan teman-teman penyandang disabilitas bukanlah kelompok yang harus dilayani dari kejauhan, melainkan saudara seiman yang memiliki talenta, potensi, dan panggilan yang sama untuk bertumbuh serta melayani Tuhan.

Gereja yang inklusif bukan hanya tentang membangun akses fisik seperti jalur kursi roda atau fasilitas pendukung lainnya. Lebih dari itu, gereja yang inklusif adalah gereja yang membangun hati yang terbuka, menghapus stigma, menghargai setiap pribadi, dan memastikan tidak ada seorang pun yang merasa sendirian atau tersisih dalam persekutuan. Inklusi adalah tentang menghadirkan kasih Kristus dalam tindakan nyata.

Melalui terbentuknya Pokja Gereja Inklusi, GKPS Hosianna berharap dapat menjadi saksi bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. Ketika gereja membuka pintu bagi semua orang, sesungguhnya gereja sedang menghadirkan wajah kasih Allah yang merangkul tanpa syarat.

Mari bersama membangun gereja yang tidak hanya menerima kehadiran setiap orang, tetapi juga memberikan ruang untuk bertumbuh, melayani, dan berkarya. Karena gereja akan menjadi semakin kuat ketika setiap orang dipandang berharga, setiap talenta diberdayakan, dan setiap kehidupan diberi kesempatan untuk bersinar.

GKPS Hosianna – Bersama Mewujudkan Gereja Inklusi.
Merangkul Semua, Melayani Semua, Menjadi Berkat bagi Semua.

Vivi Yanti

Staff YI GKPS


Diposting 26 Juli 2026 oleh vivi | Gereja Inklusi