Kunjungan Wartburg Theological Seminary (Amerika Serikat) Ke Yayasan Idop Ni Uhur GKPS

“Ketika Kasih Menjadi Bahasa Bersama”

Kunjungan Wartburg Theological Seminary (Amerika Serikat) Ke Yayasan Idop Ni Uhur GKPS

 

Pada Sabtu, 10 Januari 2026, Yayasan Idop ni Uhur (YI) RBM GKPS Pos Bulupange menerima kunjungan dari rombongan Wartburg Theological Seminary, Amerika Serikat, yang didampingi oleh Pdt. B. Maeda S dan Tim dari Komite Nasional LWF (KN-LWF) Indonesia. Kunjungan ini merupakan bagian dari program pembelajaran lintas budaya dan pelayanan yang berlangsung pada 9-13 Januari 2026.

Empat tamu dari Wartburg Theological Seminary adalah satu orang dosen dan tiga orang mahasiswa yaitu Man Hei Yip, Kellie Heath, Kelly Kehr, dan Douglas Holtzman hadir untuk belajar langsung dari konteks pelayanan gereja di Indonesia, khususnya pelayanan penyandang disabilitas. Bersama tim KN-LWF Indonesia, mereka difasilitasi untuk berdialog dengan para pengurus yayasan, orangtua, relawan, dan anak-anak di Yayasan Idop ni Uhur.

Dalam suasana yang sederhana namun penuh kehangatan, Yayasan Idop ni Uhur membagikan kisah perjalanan pelayanannya: bagaimana anak-anak dengan disabilitas diterima, dilatih, dan dikasihi; bagaimana orangtua belajar berharap dan terus berjuang; serta bagaimana gereja terus berjuang menjadi rumah yang ramah bagi semua. Bagi para tamu, ini bukan sekadar mendengar cerita, tetapi menyaksikan iman yang hidup dalam tindakan nyata. Mahasiswa dan dosen dari Wartburg juga membagikan penguatan dan refleksi teologis tentang pelayanan inklusif. Terjadi percakapan yang saling memperkaya, di mana setiap pihak hadir bukan untuk mengajar satu sama lain, melainkan untuk saling mendengarkan sebagai sesama murid Kristus yang sedang belajar tentang kasih. Penguatan dari dosen pembimbing yang hadir, Man Hei Yip menegaskan bahwa kita banyak belajar tentang bagaimana Tuhan bekerja dalam diri penyandang disabilitas, kita saling menguatkan dan saling melengkapi.

Pertemuan ini mengingatkan kita bahwa pelayanan disabilitas bukan tentang kemampuan, tetapi tentang kesediaan untuk hadir. Anak-anak di Yayasan Idop ni Uhur mungkin memiliki keterbatasan, tetapi mereka mengajarkan sesuatu yang sangat penting: bahwa setiap manusia berharga di mata Tuhan. Pdt. Edi Jasin sebagai ketua Yayasan Idop Ni Uhur menyampaikan, mungkin tidak semua orang bisa kita tolong tetapi kita semua bisa menolong orang lain.

Kehadiran rombongan Wartburg yang didampingi oleh KN-LWF Indonesia menunjukkan bahwa gereja adalah satu tubuh. Apa yang dilakukan di Pos Bulupange ternyata juga menjadi kesaksian bagi gereja di belahan dunia lain. Di tengah perbedaan bahasa dan budaya, kasih Kristus menjadi bahasa yang sama-sama dipahami. Melalui kunjungan ini, kita kembali diingatkan bahwa ketika gereja membuka ruang bagi yang lemah dan sering diabaikan, di situlah Injil menjadi nyata. Tuhan bekerja bukan hanya lewat kata-kata, tetapi melalui tangan yang merangkul dan hati yang mau mengerti.

 

Pengurus Yayasan Idop Ni Uhur GKPS


Diposting 10 Januari 2026 oleh vivi | lain lain